Babad Kedung Kebo layak dibaca oleh siapa saja yang ingin mengetahui Perang Diponegoro dari sudut pandang yang berbeda.
Sejak ditulis pada tahun 1894, Babad Pasir belum pernah diterjemahkan lengkap. Buku ini yang pertama kalinya.
Jilid 3 ini mengisahkan pertarungan Raden Kamandaka dengan pasukan Kerajaan Nusakambangan yang membalas dendam kematian raja mereka, Prabu Pulebahas.
Jilid 2 mengisahkan pertarungan Raden Kamandaka dengan Raden Silihwarni, perjuangannya menjadi Raja Pajajaran, kisah kasihnya dengan Dewi Ciptarasa, hingga penyamarannya menjadi seekor binatang buruan Lutung Kasarung.
Jilid pertama mengisahkan perjalanan Raden Kamandaka dalam mencari calon istri yang sama persis dengan ibunya. Ternyata, gadis yang dicarinya berada di Kerajaan Pasirluhur.
Buku ini mengisahkan semua tokoh yang pernah memimpin Purbalingga, sejak Raden Ngabehi Dipayuda I sampai dengan Raden Ngabehi Dipayuda IV.